Baby Cute

HUBUNGI : 081324236933

olhjkhkjh

Tentang Hiperlaktasi Pada Ibu

Hiperlaktasi saat menyusui adalah kondisi di mana produksi ASI (Air Susu Ibu) menjadi berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Meskipun mungkin terdengar seperti masalah yang menguntungkan, namun nyatanya terlalu banyak ASI dapat menyebabkan beberapa masalah pada Si Kecil maupun Cuties sendiri.

Tanda-tanda hiperlaktasi pada ibu biasanya termasuk puting payudara yang lembab atau basah, rasa sakit atau ketidaknyamanan pada payudara, dan terkadang terjadi kelebihan ASI yang mengalir keluar padahal bayi sedang tidak menyusu sama sekali. Si Kecil mungkin juga menunjukkan tanda-tanda masalah, seperti kembung, kolik, dan sering buang air besar.

Baca Juga: Sleep Training Bagi Si Kecil

Meskipun hiperlaktasi tidak selalu mengarah pada masalah, terlalu banyak ASI dapat menyebabkan beberapa masalah pada Si Kecil dan Cuties. Pada bayi, kelebihan ASI dapat menyebabkan kembung, diare, dan muntah. Pada Cuties, payudara yang terlalu penuh dan berat dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan infeksi mastitis.

Jika Cuties mulai mencurigai bahwa tengah menderita hiperlaktasi, Cuties dapat mengambil beberapa langkah untuk membantu menyeimbangkan produksi ASI dan kebutuhan Si Kecil dengan beberapa cara di bawah ini:

  1. Memberi bayi ASI lebih sering dan lebih lama pada setiap sesi menyusui.
  2. Memompa ASI dengan lebih sedikit frekuensi dan volume.
  3. Memberi ASI dari satu payudara selama beberapa jam sebelum beralih ke payudara lainnya.
  4. Memastikan posisi menyusui yang baik untuk memastikan bayi benar-benar mendapatkan ASI yang dibutuhkan.

Namun, jika masalah terus berlanjut, seorang ibu dapat mencari bantuan dari dokter atau konsultan laktasi untuk membantu menyeimbangkan produksi ASI dan kebutuhan bayi.

Baca Juga: Tips Mencuci Peralatan Makan Bayi

Sementara beberapa ibu mungkin khawatir bahwa hiperlaktasi dapat menyebabkan kekurangan ASI pada saat yang akan datang, namun penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hiperlaktasi dapat menyebabkan kekurangan ASI di kemudian hari.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak dan ibunya adalah bersifat unik, karenanya setiap situasi menyusui juga mungkin berbeda. Namun, dengan memahami tanda-tanda hiperlaktasi dan mengambil langkah-langkah untuk menyeimbangkan produksi ASI dan kebutuhan bayi. Nantinya, Cuties dapat memastikan bahwa Cuties dan Si Kecil memiliki pengalaman menyusui yang sehat dan baik! -KJ

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *